Pejabat Kepala Desa Jikumerasa Diduga “Mark Up” Dana Desa Untuk Memenuhi Setoran Ulang Tahun Kabupaten Buru

 

Habarbupolonews.com – Dana Desa (DD) merupakan program dari Pemerintah pusat, yang harus digunakan dan dimanfaatkan dengan baik serta untuk kebutuhan desa meningkatkan sarana dan prasarana atau infrastruktur bagi kesejahteraan masyarakat setempat.

Dana Desa pun tidak sembarangan untuk disalahgunakan, karena DD merupakan dana yang ditransfer langsung dari pusat ke desa dan tangung jawab ada di desa.

Namun tidak demikian untuk Desa Jikumerasa, Kecamatan Lilialy, Kabupaten Buru, DD yang seharusnya digunakan untuk pembangunan infrastruktur, Sarana Dan prasarana diindikasi “Mark Up” saat dikelolah oleh Pejabat Kepala Desa setempat.

Dari hasil penyusuran awak media dilapangan, serta diperkuat hasil konfirmasi dari berapa sumber yang ditemui. Pejabat Kepala Desa telah berani mempermainkan DD pada dua item pekerjaan sumur bor Dan penimbunan lokasi di pantai baikole.

Menurut sumber yang enggan menyebutkan namanya mengatakan, kegiatan dana desa yang diperuntukkan pada dua item pekerjaan tersebut banyak sekali kejanggalan.

dari informasi itu, awak media kami pun langsung meminta klarifikasi dari pejabat desa jikumerasa atas laporan tersebut. diantaranya :

1. manipulasi data administrasi untuk pembayaran upah kerja sumur bor, misalnya pekerjaan sumur bor untuk satu titik pekerjaan dalam pembayaran upah kerja sebesar Rp. 6.500.000 dan titik yang kedua sebesar Rp. 4.500.000 sedangkan di SPJ tiap titik tertera Rp. 17.000.000 jadi untuk dua titik pekerjaan sumur bor total anggaran sebesar Rp. 34.000.000, dari anggaran tersebut dipotong pajak ppn-pph 11,5% sebesar Rp. 3.910.000, sehingga dihitung Dari total pembayaran upah kerja 2 titik sumur bor Rp. 6.500.000 + Rp. 4.500.000 + pajak Rp. 3.910.000 sebesar Rp. 14.910.000, jadi sisa anggaran Rp. 16.080.000

2. Pekerjaan penimbunan dilokasi pantai Baikole, penimbunan manual dilakukan oleh 2 gruop nelayan, yang upah kerja group yg 1 dibayarkan Rp. 11.000.000, dan yg 1 lagi dibayarkan Rp. 8.000.000, namun di SPJ tertera penimbunan dilakukan dengan perhitungan retasi mobil dum truck dengan volume 507 m3 dengan total pembayaran kurang lebih Rp. 91.000.000, dipotong pajak ppn-pph 11,5% sebesar Rp. 10.465.000, sehingga dihitung total dari pembayar upah kerja manual Rp. 11.000.000 + Rp. 8.000.000 + pajak Rp. 10.465.000, jadi sisa anggaran sebesar Rp. 61.535.000

Dengan demikian total dari dua item pekerjaan pembangunan di desa jikumerasa terdapat anggaran sisa dengan nilai Rp. 16.080.000 + Rp. 61.535.000 sebesar Rp. 77.615.000

Di akui oleh Pjs Desa Jikumerasa bahwa penggelembungan anggaran tersebut diperuntukan untuk penuhi kegiatan ulang tahun Kabupaten Buru yang berlangsung pada bulan Oktober 2019 kemarin dan juga untuk kedatangan tamu dari kementrian, serta tamu-tamu lain yang berkunjung. karena menurutya tidak mungkin saya menggunakan uang pribadi. (ZSA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *