KETUA PPS SIHONI JATUH PINGSAN

HABARBUPOLONEWS.COM, Namlea Kabupaten Buru
Korban jatuh pingsan lagi dari petugas penyelenggara Pemilu. Kali ini menimpa, Ketua Panitia Pemungutan Suara (PPS) Desa Sihoni, Kecamatan Namlea, Kabupaten Buru, Provinsi Maluku, Ahmad Bessy (50). Dan kini korban telah dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lala, Jumat malam (26/4/2019),
korban sempat muntah-muntah saat berlangsungnya perhitungan suara di tingkat PPK Namlea.

Staf PPK Namlea, Mansur Makian SPd, menjelaskan, korban Ahmad Bessy tiba-tiba saja muntah-muntah saat sedang membacakan hasil suara di TPS 2 Desa Siahoni pada proses rekapitulasi suara di PPK Namlea pada pukul 21.00 Wit.

Ahmad Bessy yang merupakan ketua PPS desa siahoni (50), terbaring lemas di ruang UGD RSUD Lala, Jumat malam (26/4/2019), saat menjalani perawatan.

Usai muntah-muntah, korban lemas dan langsung pingsan. Tidak mau mengambil resiko, sejumlah rekan korban kemudian melarikannya ke RSU lala.

“Sehari sebelumnya kami samua sempat chek up kesehatan. Waktu itu tekanan darah Ahmad hanya 50,”beber Mansur.

Ketua KPU Buru, Munir Soamole SH, yang dihubungi turut membenarkan insiden ini. “Saya dan teman-teman komisioner sudah ditelepon dan kami dalam perjalanan menuju rumah sakit,”akui Munir.

Sementara itu, dokter jaga di UGD RSU Lala, Dr. Rivana menjelaskan, korban pingsan diduga kuat karena faktor kelelahan dan juga ada riwayat penyakit maag yang diderita.

Menurut dokter, tadinya dikhawatirkan korban pingsan karena gula darahnya rendah. Namun setelah diperiksa, tekanan darahnya bagus.

“Hasil pemeriksaan darahnya juga bagus, dalam batas normal, tidak ada infeksi. HB dan trombosit juga bagus. Jadi kemungkinan korban pingsan ini gara-gara kelelahan. Lambungnya juga sakit,” jelas Dr. Rivana

Sebagai tindakan awal, kata dokter, pihaknya sudah memasukan obat melalui saluran infus. “Nanti ada juga sirup obat maag lagi, akan dikasih minum juga, sejam kemudian baru boleh diberi minum teh hangat,”pinta dokter kepada salah satu adik korban.

Adik korban, Nuryani Bessy mengaku, kalau kakaknya memang kelelahan. Itu akibat perhitungan suara sangat berlarut-larut di tingkat PPK karena saksi-saksi yang suka bikin ulah. “Kakak masih di UGD sampai stabil dahulu. Ia sudah sadar namun masih lemas. Lengan kirinya dipasangi infus. Obat dimasukan lewat selang infus,” beber Ibu Ani.

(AA-32)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *